Relevansi Finalitas Kristus Di Tengah-Tengah Arus Pluralisme Dan Pluralitas Masyarakat Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.46445/ejti.v1i1.65Keywords:
Finality of Christ, Supremacy, Biblical Theology, Pluralism, Indonesia Society, Finalitas Kristus, Supremasi, Teologi Alkitabiah, Pluralisme, Masyarakat Indonesia.Abstract
Aya Susanti,Relevance finality of Christ in the Middle Flow Plurality And Pluralism Indonesia Society. From age to age the human perspective of the person and role of Jesus Christ is changing. The shift from an absolute way of thinking about Christianity also occur in the Western world and even in Indonesia. Contemporary skepticism about the possibility of knowing the truth is growing. In response to the phenomenon of multiple perspectives and beliefs and teachings that exist in Indonesian society locus of the finality of Jesus Christ it is necessary to present a written explanation for the answer. By studying several aspects of relevance, both with regard to timing issues, teaching the meaning and context it is expected that there are embodiments value finality fitting that in a pluralistic society in Indonesia.
Â
Aya Susanti, Relevansi Finalitas Kristus Di Tengah-Tengah Arus Pluralisme Dan Pluralitas Masyarakat Indonesia. Dari zaman ke zaman perspektif manusia terhadap pribadi dan peran Yesus Kristus berubah-ubah. Pergeseran dari cara pemikiran yang absolut tentang kekristenan juga terjadi di dunia Barat dan bahkan di Indonesia. Masa kini skeptisme mengenai kemungkinan untuk mengetahui kebenaran semakin berkembang. Menyikapi berbagai perspektif dan fenomena keyakinan serta ajaran yang ada di lokus masyarakat Indonesia mengenai finalitas Yesus Kristus ini maka dipandang perlu untuk menghadirkan sebuah pemaparan tertulis untuk menjawabnya. Dengan mempelajari beberapa aspek relevansi, baik berkaitan dengan masalah waktu, makna pengajaran dan konteks maka diharapkan ada pengejawantahan nilai finalitas yang pas yang di dalam masyarakat pluralis Indonesia.
References
Baker, David L. Satu Alkitab Dua Perjanjian. Jakarta: Gunung Mulia, 2006.
Berkhof, Louis. Teologi Sistematika. Jakarta: Lembaga Reformed Injili Indonesia, 1996.
Boice, James Montgomery. Dasar-Dasar Iman Kristen. Surabaya: Momentum, 2011.
Costa, Gavin D. Mempertimbangkan Kembali Keunikan Agama Kristen. Jakarta: Gunung Mulia, 2002.
Darmawan, I Putu Ayub. "Pendidikan Kristen Di Era Postmodern", Jurnal Simpson: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 1, Nomor 1, Juli 2014: 37-46. http://journal.sttsimpson.ac.id/index.php/Js/article/view/3/2
Fernando, Ajith. Supremasi Kristus. Surabaya: Momentum, 2006.
Hasel, Gerhad F. Teologi Perjanjian Lama. Malang: Gandum Mas, 1992.
N.n. Universitas Sumatera Utara.
Objantoro, Enggar. "Pluralisme Agama-Agama: Tantangan Bagi Teologi Kristen", Jurnal Simpson: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Volume 1, Nomor 1, Juli 2014: 61-80. http://journal.sttsimpson.ac.id/ index.php/Js/article/view/3/2.
Piper, John. Supremasi Allah dalam Khotbah. Surabaya: Momentum, 2008.
Sihotang, Ance M. D. "Hidup Bersama Dalam Masyarakat Pluralistik" http://forumteologi.-com/blog/2007/05/22/hidup-bersama-dalam-masyarakat-pluralistik/
Spong, John Shelby. Yesus Bagi Orang Non Religius. Jakarta: Gramedia, 2008.
Stott, John. Kristus Sang Kontro Versialis. Surabaya: Literatur Perkantas Jawa Timur, 2014.
Stott, John. Kristus yang Tiada Tara. Surabaya: Momentum, 2007.




5.jpg)
