Tinjauan Terhadap Bilangan 666 Dalam Wahyu 13
DOI:
https://doi.org/10.46445/ejti.v2i1.89Keywords:
gematria, revelation, 666, antichristAbstract
Roby Setiawan, Review of Numbers 666 In Revelation 13. The number 666 mentioned in Revelation 13 has been crowded into talks, but some interpretations of such numbers by some Christians are linked to certain trademark logos so that there is a tendency to impose the business of others by using these interpretations. The writer afraid that if the number 666 is interpreted literally, then Christianity would become superstitious religion, as some people are not happy with the number 4 or 13 because it is considered an unlucky number, in contrast they are very happy with the numbers 8 and 9, because it is considered to bring fortune which is durable. Therefore it is necessary to understand what is the number 666. To understand the meaning of the number 666, the writer makes a historical-theological review so as to obtain a background image related to the number 666 in Revelation 13. The results show that the number 666 is associated with gematria method, but for the writer, the interpretation of the number 666 using gematria method is not acceptable and still need to be tested more deeply so as not to lead to inaccurate allegations. While related to its context, the number 666 is closely related to the symbol as the Book of Revelation is full of symbols. The result of the contextual analysis of Revelation 13 then number 666 represents the human effort that seeks to equal God to achieve unlimited power, yet they fail.
Â
Roby Setiawan, Tinjauan Terhadap Bilangan 666 Dalam Wahyu 13. Bilangan 666 yang disebutkan dalam Wahyu 13 telah ramai menjadi pembicaraan, tetapi beberapa penafsiran terhadap bilangan tersebut oleh sebagain orang Kristen dikait-kaitkan dengan logo merek dagang tertentu sehingga ada kecenderungan menjatuhkan bisnis orang lain dengan menggunakan tafsiran tersebut. Penulis kuatir jika bilangan 666 ini ditafsirkan secara hurufiah, maka kekristenan akan menjadi agama tahyul, seperti yang dipercayai oleh sebagian orang yang tidak senang dengan angka 4 atau 13 karena dianggap angka sial, sebaliknya mereka sangat senang dengan angka 8 dan 9, karena dianggap membawa rejeki yang tahan lama. Oleh sebab itu perlu dipahami apa bilangan 666 tersebut. Untuk memahami makna bilangan 666, maka penulis melakukan tinjauan historis-teologis sehingga diperoleh gambaran latar belakang yang terkait dengan bilangan 666 dalam Wahyu 13. Hasil studi menunjukkan bahwa bilangan 666 dikaitkan dengan cara gematria, tetapi bagi penulis, penafsiran terhadap bilangan 666 dengan menggunakan gematria tidak dapat diterima dan masih perlu diuji dengan lebih dalam sehingga tidak menimbulkan dugaan-dugaan yang tidak tepat.Sementara berkaitan dengan konteksnya, bilangan 666 sangat berkaitan dengan simbol sebagai Kitab Wahyu penuh dengan simbol. Hasil dari analisis konteks Wahyu 13 maka bilangan 666 melambangkan usaha manusia yang berusaha menyamai Allah untuk mencapai kuasa yang tidak terbatas, namun mereka gagal.
References
Al-Faqih, Khaled Mahmoud Salim. 2017. "A Mathematical Phenomenon in the Quran of Earth-Shattering Proportions: A Quranic Theory Based on Gematria Determining Quran Primary Statistics (words, verses, chapters) and Revealing its Fascinating Connection with the Golden Ratio." Journal of Arts & Humanities, 06 (06): 52-73.
Barclay, William. 1962. The Letters of John and Jude. Edinburgh: The Saint Andrew Press.
Barclay, William. 1964. The Revelation of John, vol. 2. Edinburgh: The Saint Andrew Press.
Barclay, William. 2001. Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Wahyu Kepada Yohanes Pasal 1-5. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Barclay, William. 2007. Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Wahyu Kepada Yohanes Pasal 6-22. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Cerullo, M. 1994. 666 Menjelang 1999? Waspadalah Terhadap Munculnya Sistem Ekonomi Global! Surabaya: Global Satellite Network.
Dawson, Briyan. 2009. "Arithmetic Sequences, Diophantine Equations, and the Number of the Beast." Journal of the Union Faculty Forumm, 29: 33-41.
Duyverman, M.E. 2012. Pembimbing ke Dalam Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Groothuis, Douglas R. 2000. Membuka Topeng Gerakan Zaman Baru. Jakarta: STEMI.
Guthrie, Donald. 2010. Pengantar Perjanjian Baru, Volume 3. Surabaya: Momentum.
Hadiwijono, Harun. 2006. Sari Sejarah Filsafat Barat 2. Jogyakarta: Penerbit Kanisius.
Ludwig, C. 1976. Para Penguasa: Pada Zaman Perjanjian Baru. Bandung: Kalam Hidup.
Nekrasov, S.A. 2013. "Numerically-linguistic Anomalies of Gematria." Sociology and Anthropology, 1 (3): 158-163.
O'Brien, Chester C. & Bonnie Ball O'Brien. 1982. The Victory of The Lamb: A Study of the Book of Revelation. Makati, Philippines: PhilBEST Publications.
Objantoro, Enggar. 2017. "Sejarah Dan Pemikiran Kaum Injili Di Tengah-Tengah Perubahan Dan Tantangan Zaman." Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 1 (2): 129-138.
Relfe, Mary Stewart. 1982. The New Money System. Montgomery, Alabama: Ministries, Inc., buku terjemahan dalam bahasa Indonesia Relfe, Mary Stewart. 1995. "666" & Sistem Mata Uang Baru. Solo: Dabara Publishers Division.
Roszak, Theodore. 1977. Unfinished Animal. New York: Harper and Row.
Tenney, Merrill C. 2009. Survei Perjanjian Baru. Malang: Gandum Mas.
Whyte, Lancelot Law. 1974. The Universe of Experience. New York: Harper and Row.




5.jpg)
