Implikasi Pembinaan Pemuda Gereja Atas Faktor-Faktor Penyebab Kasus Hamil di Luar Nikah
DOI:
https://doi.org/10.46445/ejti.v4i2.248Keywords:
pacaran, seks, perkawinanAbstract
This article discusses the implications of fostering church youth on the factors that cause cases of pregnancy out of wedlock. The author uses qualitative methods with data collection techniques of observation, and interviews, then in compiling the implications of the author using relevant library sources. The results showed that the factors causing cases of pregnancy out of wedlock are the lack of attention and supervision of parents, then the free association of youth, lack of self-fortification, lack of sexual knowledge, and technological developments that facilitate access to negative sexual information. The implication for church youth coaching is that holistic coaching is needed for both youth and parents. Coaching can be done by organizing groups to grow together, Christian faith seminars, personal care and making catechism curriculum on sexuality.
Â
Artikel ini membahas tentang implikasi pembinaan pemuda gereja atas faktor-faktor penyebab kasus hamil di luar nikah. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, dan wawancara, kemudian dalam menyusun implikasi penulis menggunakan sumber-sumber pustaka relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya kasus hamil di luar nikah adalah kurangnya perhatian dan pengawasan orang tua, kemudian pergaulan bebas pemuda, kurangnya pembentengan diri, minimnya pengetahuan seksual, dan perkembangan teknologi yang memudahkan akses informasi negatif seksual. Implikasi bagi pembinaan pemuda gereja adalah perlu dilaksanakan pembinaan yang holistik baik pada pemuda maupun orangtua. Pembinaan dapat dilaksanakan dengan menyelenggarakan kelompok tumbuh bersama, seminar iman Kristen, personal care dan pembuatan kurikulum katekisasi tentang seksualitas.
References
Andriani, H. (2014). Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja yang Mengkhawatirkan [KOM-PASIANA]. Retrieved 3 March 2020, from Edukasi website: https://www.kompasiana. com/harniandriani/54f93d6aa3331112678b4c33/pergaulan-bebas-di-kalangan-remaja-yang-mengkhawatirkan
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Sukabumi: CV Jejak (Jejak Publisher).
Anwar, H. K., Martunis, M., & Fajriani, F. (2019). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Pergaulan Bebas Pada Remaja Di Kota Banda Aceh. JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling, 4(2). Retrie-ved from http://jim.unsyiah.ac.id/pbk/article/ view/10065
ARS. (2017, February 15). Apa Faktor Penyebab Seks Di Luar Nikah?
Chalke, S. (2007). Orang tua, Anak dan Seks. Yogyakarta: Andi Offset.
Darmawan, I. P. A. (2017). Murid yang Memuridkan. In Melaksanakan Amanat Agung Di Abad 21. Ungaran: Sekolah Tinggi Teologi Simpson.
Darmawan, I. P. A. (2019). Jadikanlah Murid: Tugas Pemuridan Gereja Menurut Matius 28:18-20. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 3(2), 144–153.
DeGenova, M. K., Rice, F. P., Stinnett, N., & Stinnett, N. (2010). Intimate Relationships, Marriages, and Families (8 edition). New York, NY: McGraw-Hill Education.
Diana, R. (2019). Prinsip Teologi Kristen Pendidikan Orang tua terhadap Anak di Era Revolusi Industri 4.0. BIA’: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 2(1), 27–39. https://doi.org/10.34307/b.v2i1.79
ES. (2019, February 18). Faktor Penyebab Mengapa Sampai Terjadi Hamil di Luar Nikah.
Gaol, S. M. M. L., & Stevanus, K. (2019). Pendidikan Seks Pada Remaja. FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika, 2(2), 325–343. https://doi.org/10.34081/fidei.v2i2.76
Gunarsa, Ny. Y. S. D., & Gunarsa, S. D. (1987). Psikologi untuk muda mudi (Vol. 1987). Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Harmadi, M., & Diana, R. (2020). Tinjauan Psiko-Teologi Terhadap Fenomena Kekerasan Dalam Pacaran Pada Remaja. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 4(1), 92–102.
Illu, W., & Masihoru, O. (2020). Upaya Gereja Dalam Pembinaan Usia Remaja Yang Melakukan Hubungan “Free Seksâ€. Missio Ecclesiae, 9(1), 1–19.
Katarina, K., & Darmawan, I. P. A. (2019). Implikasi Alkitab dalam Formasi Rohani pada Era Reformasi Gereja. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 3(2), 81–93. https://doi.org/10.33991/ epigraphe.v3i2.85
Leuwol, N. V. (2018). Pendidikan Katekisasi Kepada Remaja Di Jemaat GKI Kasih Perumnas Sorong. J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community), 1(1), 32–41. https://doi.org/10.34124/269162
Magdalena, M. (2010). Melindungi anak dari seks bebas. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Mathews, K. (2005). Genesis 11:27-50:26: An Exegetical and Theological Exposition of Holy Scripture. Nashville, Tenn.: Holman Reference.
Miles, H. J. (2000). Sexual Understanding Before Marriage. Michigan: Zondervan Publishing Company.
MS. (2019, February 14). Faktor Penyebab Menyetujui Berhubungan Seks.
Nadesul, H. (2009). Kiat Sehat Pranikah. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Nugroho, F. J. (2017). Pendampingan Pastoral Holistik: Sebuah Usulan Konseptual Pembinaan Warga Gereja. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 1(2), 139–154.
Oden, T. C. (Ed.). (2006). Ancient Christian Commentary on Scripture CD-ROM, Volume 1. Altamonte Springs, Fla: IVP Academic.
Pangaribuan, A. Ch. V. (2015). Konseling Pastoral untuk Pranikah dan Keluarga. Pematangsiantar: L-SAPA.
Panuntun, D. F., & Paramita, E. (2019). Hubungan Pembelajaran Alkitab Terhadap Nilai-Nilai Hidup Berbangsa Dalam Pemuridan Kontekstual (Kelompok Tumbuh Bersama Kontekstual). Jurnal Gamaliel : Teologi Praktika, 1(2), 104–115.
Picanussa, B. E. (2019). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Kristiani. Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama, 3(1), 1–15. https://doi.org/10.36972/jvow.v3i1.30
Purwanto, H. (2016). Manfaat Penelitian Untuk Perkembangan Gereja. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Agama Kristen STT Simpson Tahun 2016 Tema: Strategi Pembinaan Jemaat Untuk Meningkatkan Kehidupan Jemaat. Presented at the Seminar Nasional Pendidikan Agama Kristen & call for papers, Ungaran.
SELS. (2019, February 21). Faktor Penyebab Seks di Luar Nikah hingga Hamil.
Siagian, F. (2019). Penyalahgunaan Seks Dikalangan Pemuda Dalam Perspektif Al Kitab Menurut I Korintus 6:12-20. Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia, 4(5), 44–63.
Sitanggang, M. H., & Juantini, J. (2019). Citra Diri Menurut Kejadian 1:26-27, Dan Aplikasinya Bagi Pengurus Pemuda Remaja GPDI Hebron-Malang. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 3(1), 49–61.
Sujarwati, S., Yugistyowati, A., & Haryani, K. (2014). Peran Orang Tua dan Sumber Informasi dalam Pendidikan Seks dengan Perilaku Seksual Remaja pada Masa Pubertas di SMAN 1 Turi. Jurnal Ners Dan Kebidanan Indonesia, 2(3), 112–116. https://doi.org/10.21927/jnki.2014.2(3).112-116
Tafonao, T. (2018). Peran Gembala Sidang Dalam Mengajar Dan Memotivasi Untuk Melayani Terhadap Pertumbuhan Rohani Pemuda. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 2(1), 36–49.
Towsend, J., & Cloud, H. (2008). Intimacy, Sex, and God. Yogyakarta: Gloria Graffa.
Tu’u, T. (2000). Etika dan Pendidikan Seksual. Bandung: Yayasan Kalam Hidup.
Viviano, P. A. (2002). Kejadian 29:15-30. In Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Yogyakarta: Kanisius.
Walean, J. (2018). Kateketika Dalam Sejarah Pemikiran Pedagosis Kristen. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 2(2), 105–114.
Widiyanto, M. A., & Susanto, S. (2020). Pengaruh Pelayanan Kunjungan Pastoral Terhadap Pertumbuhan Rohani Jemaat. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 4(1), 39–46.
Zaluchu, S. E. (2020). Strategi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 4(1), 28–38.
Zohar, D., & Marshal, I. (2001). SQ;Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual dan Berfikir Integralistik dan Holistik Untuk Memaknai Kehidupan (III; R. Astuti, Trans.). Bandung: Mizan.




5.jpg)
