Penilaian Berbasis Test di Sekolah Minggu

Authors

DOI:

https://doi.org/10.46445/ejti.v4i2.245

Keywords:

Penilaian, Sekolah Minggu, Test, Kompetensi

Abstract

Assessment as a component of learning in Sunday schools plays an important role as a measure of success in achieving Sunday school goals. Without an assessment, parents, the church, Sunday school teachers, children cannot know the extent of their success in learning in the Sunday school. This paper tries to highlight aspects of assessment in Sunday school, specifically to the factors related to the use of test-based assessment techniques that can be used in the learning process in Sunday school. It is expected that by examining the factors related to the use of test-based assessment techniques, Sunday school teachers can use them in Sunday school services that are conducted. The results of the study show that test-based assessment techniques used in Sunday schools need to pay attention to the competencies that are intended to be mastered by Sunday school children and the types of learning material delivered to Sunday school children. In addition to paying attention to aspects of competency and types of learning material, the selection of test-based assessment techniques in Sunday schools also needs to pay attention to aspects of the feasibility and economics.

 

Penilaian sebagai salah satu komponen pembelajaran di Sekolah Minggu, memegang peranan yang penting sebagai alat ukur keberhasilan pencapaian tujuan Sekolah Minggu. Tanpa adanya penilaian maka orang tua, gereja, guru Sekolah Minggu, anak-anak tidak bisa mengetahui sejauhmana keberhasilan mereka menjalani proses pembelajaran di Sekolah Minggu. Tulisan ini mencoba menyoroti aspek penilaian di Sekolah Minggu, secara khusus kepada faktor-faktor yang terkait dengan penggunaan teknik penilaian berbasis test yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran di Sekolah Minggu. Diharapkan dengan dikajinya faktor-faktor terkait pengunaan teknik penilaian berbasis test maka guru-guru Sekolah Minggu dapat menggunakannya dalam pelayanan Sekolah Minggu yang dilakukan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknik penilaian berbasis test yang digunakan di Sekolah Minggu perlu memerhatikan kompetensi yang hendak dikuasai oleh anak Sekolah Minggu dan jenis materi  pembelajaran yang disampaikan kepada anak Sekolah Minggu. Di samping perhatian terhadap aspek kompetensi dan jenis materi pembelajaran, pemilihan teknik penilaian berbasis test di Sekolah Minggu juga perlu memerhatikan aspek praktibilitas dan ekonomis.

Author Biography

Yudha Nata Saputra, Sekolah Tinggi Teologi Cipanas

S-1 Universitas Pendidikan Indonesia

S-2 Sekolah Tinggi Teologi Bandung

S-3 Universitas Islam Nusantara

References

AGLC-Teaching Ministries Acra. (n.d.). Pola Dasar Perkembangan Sekolah Minggu. Malang: Yayasan Penerbit Gandum Mas.

Amalia, N. F., & Susilaningsih, E. (2014). Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir Kristis Siswa SMA pada Materi Asam Basa. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 8(2), 1381.

Arikunto, S. (2014). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Azwar, S. (2012). Test Prestasi Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Edlin, R. J. (2015). Hakikat Pendidikan Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Gery, G., Mering, A., & Silaban, C. Y. (2018). EVALUASI PROGRAM PELATIHAN MUSIK DI PONTIANAK. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 7(10), 1–10.

Handhika, J. (2012). Efektivitas media pembelajaran im3 ditinjau dari motivasi belajar. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 1(2), 109–114. https://doi.org/10.15294/jpii.v1i2.2127

Indonesia, R. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Iswantiningtyas, V., & Wulansari, W. (2018). Pentingnya Penilaian Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. Proceedings of the ICECRS, 1(3), 197–204. https://doi.org/10.21070/picecrs.v1i3.1396

L, R., & Sitompul, H. (2016). Pengembangan Bahan Ajar Kegiatan Anak Sekolah Minggu Katolik di Gereja Katolik Tebing Tinggi. Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi Dalam Pendidikan, 3(2), 142–143.

Lie, P. (2003). Mereformasi Sekolah Minggu. Yogyakarta: Andi.

Luhulima, D. A., Degeng, I. N. S., & Ulfa, S. (2017). Pengembangan Video Pembelajaran Karakter Mengampuni Berbasis Animasi untuk Anak Sekolah Minggu. JINOTEP, 3(2), 111.

Mahirah. (2017). Evaluasi belajar peserta didik (siswa). Jurnal Idaarah, I(36), 257–267.

Mardapi, D. (2012). Pengukuran, Penilaian dan Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Matondang, Z., Djulia, E., Sriadhi, S., & Simarmata, J. (2019). Evaluasi Hasil Belajar. Medan: Yayasan Kita Menulis.

Muchtar, H. (2010). Penerapan Penilaian Autentik dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan. Jurnal Pendidikan Penabur, 9(14), 71.

Prasetya, T. I. (2012). Meningkatkan Keterampilan Menyusun Instrumen Hasil Belajar Berbasis Modul Interaktif bagi Guru-Guru IPA SMPN Kota Magelang. Journal of Education Research and Evaluation, 1(2), 108.

Sanjaya, W. (2011). Kurikulum dan Pembelajaran Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sanjaya, W. (2015). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Setemen, K. (2010). Pengembangan evaluasi pembelajaran online. Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 3(43), 207–214.

Subagia, I. W., & Wiratma, I. G. L. (2016). Profil Penilaian Hasil Belajar Siswa Berdasarkan Kurikulum 2013. Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(1), 39.

Widayati, W. (2013). Studi Deskriptif Tentang Bentuk-Bentuk Laporan Evaluasi Perkembangan Anak Di TK / RA / ABA Kecamatan Kertek Kabupaten WonosoboTahun 2013. Universitas Negeri Semarang.

Yusuf, A. M. (2015). Asesmen dan Evaluasi Pendidikan Pilar Penyedia Informasi dan Pengendali Mutu Pendidikan. Jakarta: Prenada Media.

Zahro, I. F. (2015). Penilaian dalam Pembelajaran Anak Usia Dini. Tunas Siliwangi, 1(1), 92.

Published

2020-07-31

How to Cite

Saputra, Y. N. (2020). Penilaian Berbasis Test di Sekolah Minggu. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 4(2), 156–166. https://doi.org/10.46445/ejti.v4i2.245

Issue

Section

Article