Konsep Manusia Baru Di Dalam Kristus Berdasarkan Surat Efesus 4:17-32
DOI:
https://doi.org/10.46445/ejti.v4i1.154Keywords:
manusia lama, manusia baru, Nous/pikiran.Abstract
The Concept of a New Man in Christ Based on Ephesians 4:17-32. This article discusses the new man in Christ through a syntactic and semantic approach to text analysis, namely the focus on the text itself, interactions with other texts, and the writings of the Church Fathers. Only those who wear the new humanity that comes from Christ can become new human. The new human consists of soul and body which is in the new humanity. Humanity in Christ is the humanity of Adam renewed by Christ by dying on the cross, buried, and rising from the dead so that Christ has provided a new container that is humanity universally new. This new humanity is universal salvation which is a kind of clothing for every individual. Wearing new humanity or Christ's clothes becomes individual salvation. When we wear the clothes of Christ, we become new people so that our souls and bodies or our whole lives are in the new humanity. The soul and body that is in this new humanity are now continuing to process or be renewed towards a soul and body like Christ. How? That is fighting sin and doing love both spiritually and physically.
Â
Konsep Manusia Baru Di dalam Kristus Berdasarkan Surat Efesus 4:17-32. Artikel ini membahas tentang manusia baru di dalam Kristus melalui pendekatan analisis teks secara sintaksis dan semantis yaitu fokus pada teks itu sendiri, interaksi dengan teks-teks lain dan tulisan para Bapa Gereja. Hanya orang Kristen yang mengenakan kemanusiaan baru yang berasal dari Kristus yang dapat menjadi manusia baru. Manusia baru terdiri dari jiwa dan tubuh yang berada di dalam kemanusiaan baru. Kemanusiaan di dalam Kristus adalah kemanusiaan Adam yang diperbarui oleh Kristus dengan jalan Yesus mati di atas kayu salib, dikubur, dan bangkit dari kematian sehingga Kristus telah menyediakan suatu wadah baru yaitu kemanusiaan baru secara universal kepada manusia. Kemanusiaan baru adalah keselamatan universal yang menjadi semacam pakaian untuk dikenakan bagi setiap individu. Memakai kemanusiaan baru atau pakaian Kristus menjadi keselamatan individu. Ketika orang Kristen mengenakan pakaian Kristus dan menjadi manusia baru, sehingga jiwa dan tubuh serta seluruh hidup ada di dalam kemanusiaan baru. Jiwa dan tubuh yang ada di dalam kemanusiaan baru ini sekarang terus berproses atau diperbarui menuju jiwa dan tubuh seperti Kristus. Bagaimana caranya? Yaitu melawan dosa dan melakukan kasih baik secara jiwai dan badani.
References
Abineno, JL. Ch. Tafsiran Alkitab Surat Efesus. Malang: Gandum Mas, 1993.
Agung, Antonius. Philokalia. Bagi Kaum Awam.
Barclay, Oliver R. Akal Budi Kristiani: Bukan Hanya Soal Intelek. Malang: Gandum Mas, 1993.
Barclay, William, Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Surat-surat Galatia dan Efesus, Terj. S. Wismoady Wahono. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.
Bratcher, Robert G dan Eugene A. Nida, Ephesians A Translator’s Handbook on Paul’s Letter to The Ephesians. New York: United Bible Societies, 1982.
Bruce, F.F. A New Presentation of His Classic the Epistle to the Ephesians. Bath, UK: Creative Communications Ltd, 2012. Anthony M. Coniaris, The Philokalia: The Bible of Orthodoz Sprituality. Minneapolis: Light and Life Publishing, 1998.
Edwards, Mark J. Ancient Christian Commentary on Scripture: Galatians, Ephesians, Philippians, Vol. VIII. Illinois: InterVarsity Press Downers Grove, 1999.
Evans, Tony. Kembali Kepada Kasih Mula-mula, Terj. Robert Benedictus. Jakarta: Immanuel, 1996.
Hendi. Inspirasi Batin, Yogyakarta: Lumela, 2017.
Hendi, Inspirasi Kalbu. Yoyakarta: LeutikoPrio, 2017.
Hoekema, Anthony A. Diselamatkan Oleh Anugerah, Ed. Solomon Yo., Terj, Irwan Tjulianto. Surabaya: Penerbit Momentum, 2010.
Jakes, T.D. Six Pillars from Ephesians: Life Overlowing The Spritual Walk Of The Believer. Washington, DC.: Bethany House, 2012
Kitchen, Martin. Ephesians: New Testament Readings. London and New York: Roudledge, 1994.
Makarios, Philokalia Bagi Kaum Awam.
Marantika, Chris. Kepercayaan dan Kehidupan Kristen. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Teologia Injili Indonesia, 1996.
Martin, Ralph P. Wo Word Biblical Commentary Ephesians, Vol. 42; Ed. Bruce M. Metzger, David A. Hubbard dan Glenn W. Barker. Dallas, TexasWord Book Publisher, 1990.
Ndhlovi, John. Bible Study The Book of Ephesians. South Africa: Cosmo Baptist Church, 2013.
Peterson, Robert. Tafsiran Kitab Imamat. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1994.
Saud, Saumiman. Dinamika Kehidupan Orang Percaya. Jakarta: Yayasan Sinar Nusantara, 2004.
Tong, Stephen. Pengudusan Emosi. Surabaya: Penerbit Momentum, 2011.
Situmorang, Jonar. Doa Bapa Kami: Bukan Sekadar Doa Liturgi. Yogyakarta: Andi Offset, 2015.
Stott, John R.W. Seri Pemahaman dan Penerapan Amanat Alkitab Masa Kini: Efesus ; Terj. Martin B. Dainton dan H.A. Oppusunggu. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 2002.
Turner, T. Allan. A Study of Ephesians: A Verse by Verse Study of God’s Eternal Purpose In An Through Jesus Christ. London: Allanita Press, 2002.
W.S, Lasor. dkk, Pengantar Perjanjian Lama 1. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2001.
Zuck, Roy B. dan Darrel L. Bock, A Biblical Theology Of The New Testament, terj. Paulus Adiwijaya. Malang: Gandum Mas, 2011.
Keating, Corey, Exegesis of Ephesians 3:14-19 (California: Fuller Theological Seminary, 2003), 4; tersedia di http://www.ntgreek.org/SeminaryPapers/Exegetical%20Paper%20on%20Ephesians%203_14-19.pdf.




5.jpg)
