Implikasi Konteks Perempuan Yahudi dalam Penerapan Gereja Masa Kini
DOI:
https://doi.org/10.46445/ejti.v3i2.142Keywords:
Konteks, Perempuan, Yahudi, Perjanjian Lama, GerejaAbstract
As people who had chosen by God, Israelites already have a concept about how to treat women in their culture. Laws in Jewish culture had organized the attitude that women must play to preserve life as God's chosen people. This article is wrote using descriptive methods. As a result, in Jewish culture, women’s role was down under men (inferior). However, besides their primary task in their family, as the progress is women join in worship and leadership. This age, women have the same opportunities to involved in it.
Sebagai masyarakat yang dipilih Allah, bangsa Israel telah memiliki konsep tentang bagaimana memperlakukan perempuan dalam kebudayaannya. Peraturan-peraturan dalam kebudayaan Yahudi telah mengatur bagaimana sikap yang harus diperankan kaum perempuan dalam memelihara kehidupan sebagai umat pilihan Tuhan. Sebagai kesimpulan, dalam kebudayaan Yahudi, peran perempuan menjadi lebih di bawah dibandingkan pria (inferior). Meskipun demikian, selain tugas utamanya dalam kehidupan keluarga, dalam perkembangannya perempuan terlibat dalam peribadatan dan kepemimpinan. Saat inipun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat di dalamnya.
References
Abrahamsz, Stefany John Risna, dan Petronella Tuhumury. 2012. “Model Penginjilan dalam Yohanes 4:4-42 dan Implementasinya pada Masa Kini.†Jurnal Jaffray 10 (2): 104–39. https://doi.org/10.25278/jj71.v10i2.55.
Bach, Alice. 2013. Women in the Hebrew Bible: A Reader. London, UK: Routledge.
Bradley, Carol Pratt. 2003. Women in Hebrew and Ancient Near Eastern Law. Studia Antiquia (Online), 3 (1): 3-46, (https://scholarsarchive.byu.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1145&context=studiaantiqua), diakses 21 Februari 2019.
Bons-Storm, M. 2012. Apakah Penggembalaan itu? Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Browning, W. R. F. 2016. Kamus Alkitab. Jakarta: Gunung Mulia.
Geras, Frans, dan Elisabet Selfina. 2012. “Peranan Perempuan Dalam Mengembangkan Pelayanan Di Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah III Nabire Papua.†Jurnal Jaffray 10 (1): 87–109. https://doi.org/10.25278/jj71.v10i1.64.
Jemali, Maksimilianus. 2018. Upaya Pastoral Untuk Meningkatkan Peran Kaum Perempuan Dalam Kehidupan Menggereja. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio (Online), 10 (2): 204-218, http://ejournal.stkipsantupaulus.ac.id/index.php/jpkm/article/view/221/152.
Karman, Yongky. 2009. Bunga Rampai Teologi Perjanjian Lama. Gunung Mulia: Jakarta.
Karssen, Gien. 2008. Ia Dinamai Perempuan 1. Kalam Hidup: Bandung.
______. 2008. Ia Dinamai Perempuan 2. Kalam Hidup: Bandung.
King, Philip J & Lawrence E. Stager. 2012. Kehidupan Orang Israel Alkitabiah. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Kraybill, Donald B. Kraybill. 1993. Kerajaan yang Sungsang. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Parker, I dkk. 2001. Ensiklopedi Fakta Alkitab Bible Amanac 2. Malang: Gandum Mas.
Ryrie, Charles. 2011. The Role of Women in the Church. B&H Publishing Group.
Schneiders, Sandra M. 1982. “Women in the Fourth Gospel and the Role of Women in the Contemporary Church.†Biblical Theology Bulletin 12 (2): 35–45. https://doi.org/10.1177/014610798201200202.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wijaya, Elkana Chrisna. 2017. Perdebatan Peranan Perempuan Dalam Organisasi Kristen: Tinjauan Terhadap Isu Kepemimpinan Kontemporer. Evangelikal: jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat (Online), 1 (2): 103-117, http://journal.sttsimpson.ac.id/index.php/EJTI/article/viewFile/79/pdf.




5.jpg)
