Gerakan Ramah Anak dalam Pendidikan Agama Kristen Di tengah Budaya Suku Bali yang Patriarki

Authors

  • Ni Gusti Putu Ayudi Pradnyani Universitas Kristen Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46445/djce.v4i1.671

Keywords:

Gerakan Ramah anak, Pendidikan Agama Kristen, Patriarki, Suku Bali.

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan gerakan ramah anak dalam pendidikan agama Kristen di tengah budaya Suku Bali yang patriarki. Di mana,  budaya patriarki dibangun atas dasar hierarki dominasi laki-laki dalam tatanan kehidupan keluarga dan perempuan lebih diarahkan untuk mengurusi kebutuhan dapur, sehingga kesetaraan gender menjadi tidak seimbang. Hal ini tentu tidak ramah terhadap anak dalam konteks dunia modern yang menuntut kesetaraan gender dalam berbagai hal. Adapun metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian deskriptif  kualitatif. Dalam kajian ini, peneliti menemukan bahwa Gerakan ramah anak dapat dimuat dalam Pendidikan Agama Kristen. Dimulai dengan memahami dan mengajarkan kepada anak dasar teologi anak, yang mana mengingatkan anak tentang harkat dan martabat yang mereka miliki adalah sama. Kemudian juga mengingatkan orang tua untuk dapat mengubah cara berpikir patriarki menjadi ramah anak, dengan cara membantu orang tua menyadari martabat semua anak, termasuk anak perempuan. Teologi anak menjadi salah satu upaya gereja untuk memperkenalkan Tuhan dan apa kehendak-Nya dalam perspektif anak. Oleh karena itu, pergeseran pemahaman ini memberikan dampak luas dan mendalam bagi jemaat suku Bali.

References

Abdi, O., Hia, P., & Zega, S. J. (2022). Menjadi Gereja Ramah Anak dalam Meningkatkan Spiritualitas dan Sosial Anak. SUNDERMANN Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora Dan Kebudayaan, 23–31.

Anak, T. G. R. (2019). Modul Gerakan Ramah Anak. Literatur Perkantas.

Dwici, N., Manik, Y., & Tanasyah, Y. (2020). Pendidikan Karakter Dalam Perkembangan Moral Peserta Didik. Didache: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(1), 50–62. https://doi.org/10.55076/DIDACHE.V2I1.41

Hanock, E. E. (2019). Potensi Diri Dan Gambar-Rupa Allah. Didache: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 1(1), 25–35. https://doi.org/10.55076/DIDACHE.V1I1.20

Hasibuan, E. P. P. (2022). Gereja dan Gerakan Literasi yang Membebaskan Anak: Sebuah Kontribusi dari Gereja Kristen Sumba Praikauki. Jurnal Teologi Gracia Deo, 5(1), 121–134. https://www.sttbaptisjkt.ac.id/e-journal/index.php/graciadeo/article/view/139

I.G.A.Meta Sukma Devi, Ketut Sudiatmaka, & Ni Ketut Sari Adnyani. (2019). Kedudukan Anak Dalam Perkawinan Pada Gelahang Di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Jurnal Komunitas Yustisia, 2(1), 34–43. https://doi.org/10.23887/JATAYU.V2I1.28769

Israpil. (2017). Budaya Patriarki dan Kekerasan Terhadap Perempuan (Sejarah dan Perkembangannya). Jurnal Pusaka, 5(2), 141–150.

Keriapy, F., Legi, H., & Giban, Y. (2022). Pendidikan Kesadaran Kristis: Sebuah Tantangan dalam Pendidikan Agama Kristen. Didache: Journal of Christian Education, 3(2), 148–160. https://doi.org/10.46445/DJCE.V3I2.623

Kinast, R. L. (2000). What are they saying about theological reflection? Paulist Press.

Nina, J. (2012). Perempuan Naula: Inkulturalisme dan Kultur Patriarki. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Opini Abdi Putra Hia, & Sandy Juliarni Zega. (2022). Pandangan Menjadi Gereja Ramah Anak dalam Meningkatkan Spiritualitas dan Sosial Anak. SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora Dan Kebudayaan, 15(1), 23–31. http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/95/49

Panjaitan, S. R. (2019). Teologi Anak: Sebuah Kajian. Literatur Perkantas.

Rahmawati, N. N. (2016). Perempuan Bali dalam pergulatan gender: Kajian budaya, tradisi, dan agama Hindu. Jurnal Studi Kultural, 1(1), 58–64.

Rokahmansyah, A. (2016). Pengantar Gender dan Feminis: Pemahaman Awal Kritis Sastra Feminis. Penerbit Garudhawaca.

Sakina, A. I., & A., D. H. S. (2017). Menyoroti Budaya Patriarki Di Indonesia. Share : Social Work Journal, 7(1), 71–80. https://doi.org/10.24198/SHARE.V7I1.13820

Salamor, Y. B., & Salamor, A. M. (2020). Membangun Kesadaran Hukum Dan Pemenuhan Hak-Hak Perempuan Di Negeri Seilale. Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 70–73. https://doi.org/10.31004/CDJ.V1I2.705

Samosir, N., & Parhusip, M. (2022). Menjadi Gereja Yang Ramah Anak Melalui Pelayanan Sekolah Minggu Di Gmi Aek Kanopan. Majalah Ilmiah METHODA, 12(3), 185–190. https://doi.org/10.46880/METHODA.VOL12NO3.PP185-190

Sianipar, D. (2017). Pendidikan Agama Kristen Yang Membebaskan. Jurnal Shanan, 1(1), 136–157. https://doi.org/10.33541/shanan.v1i1.1481

Siregar, H. (2001). Menuju Dunia Baru. BPK Gunung Mulia.

Supartini, T. (2017). Sudah Ramah Anakkah Gereja? Implementasi Konvensi Hak Anak Untuk Mewujudkan Gereja Ramah Anak. Jurnal Jaffray, 15(1), 1. https://doi.org/10.25278/jj71.v15i1.233

Susanta, Y. K. (2019). Sentana Rajeg Dan Nilai Anak Laki-Laki Bagi Komunitas Bali Diaspora Di Kabupaten Konawe. Harmoni, 18(1), 504–518. https://doi.org/10.32488/harmoni.v18i1.336

Wandi, G. (2015). Rekonstruksi Maskulinitas: Menguak Peran Laki-Laki Dalam Perjuangan Kesetaraan Gender. Kafa`ah: Journal of Gender Studies, 5(2), 239–255. https://doi.org/10.15548/JK.V5I2.110

Zega, Y. K. (2021a). Perspektif Alkitab Tentang Kesetaraan Gender dan Implikasinya Bagi Pendidikan Agama Kristen. Didache: Journal of Christian Education, 2(2), 160. https://doi.org/10.46445/djce.v2i2.431

Zega, Y. K. (2021b). Perspektif Alkitab Tentang Kesetaraan Gender dan Implikasinya Bagi Pendidikan Agama Kristen. Didache: Journal of Christian Education, 2(2), 160–174. https://doi.org/10.46445/DJCE.V2I2.431

Downloads

Published

2023-06-13

Issue

Section

Articles