Budaya Naketi Uab Atoin Meto: Pemulihan Relasi Komunikasi Di Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan
DOI:
https://doi.org/10.46445/jtki.v3i1.558Keywords:
Communication, Naketi, RelationshipAbstract
Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang hidup sesuai dengan budaya dan ajaran agama yang dianut namun sebagai manusia biasa seseorang tidak pernah luput dari suatu kesalahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan ritual naketi uab, persepsi dan ideologi masyarakat mengenai naketi uab dalam pemulihan relasi komunikasi dan persepsi gereja tentang ritual naketi uab. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ditemukan bahwa naketi uab merupakan ritual yang dilakukan oleh manusia untuk mengatasi atau mencegah suatu permasalahan baik secara sosial maupun spiritualitas. Pelaksanaan ritual naketi uab dilangsungkan dengan menggunakan tutur adat dawan Timor (Uab meto) yang memiliki makna tertentu dengan tujuan adanya keterbukaan, pemberian nasihat, sebagai sarana komunikasi dan juga untuk pemulihan relasi dengan diri sendiri, dengan sesama maupun dengan Tuhan sebagai pemilik kehidupan. Tujuan utama dari ritual naketi uab adalah untuk merefleksikan diri, memperbaiki kesalahan yang dilakukan dan memperdamaikan diri dengan sesama maupun Tuhan sebagai bentuk pemulihan relasi komunikasi. Pelaksanaan naketi uab pada dasarnya berlandaskan pada nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat (antropologi) dan ajaran agama yang dianut (teologis) oleh pihak yang terlibat.
Â
Humans are creatures created by God who live under the culture and religious teachings adopted, but one never escapes from a mistake as an ordinary human. This study aimed to describe and analyze the implementation of the naketi uab in the restoration of communication relations and the church’s perception of the naketi uab ritual. This type of research is qualitative research, a phenomenological approach. The result of the study found that naketi uab is a ritual performed by humans to overcome or prevent a problem both socially and spiritually. The implementation of the naketi uab ritual is carried out using the Timorese dawan (uab meto) speech which has a specific meaning with the aim of openness, giving advice, as a means of communication and also for restoring relationships with oneself, with others, and with God as a personower of life. The primary purpose of the naketi uab ritual is to self-reflect, correct mistakes made and reconcile with others and God as a form of restoration of communication relations. The implementation of nakti uab is based on the values prevailing in society (anthropology) and the religious teachings adopted (theologically) by the parties involved.
References
Abdulkadir, Muhammad. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta: Citra Aditya Bakti, 2011.
Engel, Jacob Daan. “Pendampingan Pastoral Keindonesiaan.†Kurios 6, no. 1 (April 29, 2020): 47. https://www.sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios/article/view/153.
Helaluddin, and Hengki Wijaya. Analisis Data Kualitatif. Makassar: Sekolah Tinggi Teologi Jaffray, 2019.
Heryadi, Hedi, and Hana Silvana. “Komunikasi Antarbudaya Dalam Masyarakat Multikultur.†Jurnal Kajian Komunikasi 1, no. 1 (June 1, 2013): 95–108. http://jurnal.unpad.ac.id/jkk/article/view/6034.
Kolimon, Mery. “Para Pelaku Mencari Penyembuhan: Berteologi Dengan Narasi Para Pelaku Tragedi 65 Di Timor Barat.†Jurnal Ledalero 14, no. 1 (2015): 34–59.
Kuncaraningrat. Metode Metode Antropologi Dalam Penyelidikan Masyarakat Dan Kebudayaan Di Indonesia: Sebuah Ikhtisar. Yogyakarta: Penerbitan Universitas, 1961.
Neobasu, Gregor. Sketsa Dasar Mengenal Manusia Dan Masyarakat. Jakarta: Kompas, 2020.
Nordholt, H. G. Schulte. The Political System of the Atoni of Timor. Vol. 60. Brill, 1971. Accessed May 10, 2022. http://www.jstor.org/stable/10.1163/j.ctvbqs66r.6. Accessed 10 May 2022.
Overall, Nickola C. “Does Partners’ Negative-Direct Communication During Conflict Help Sustain Perceived Commitment and Relationship Quality Across Time?†Social Psychological and Personality Science 9, no. 4 (May 19, 2018): 481–492. http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/1948550617712030.
Pangaribuan, Riswan Mangihut. “Mengatasi Kemarahan Remaja Kepada Orang Tua Dengan Konseling Pastoral Pendekatan Carl Rogers.†Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan 7, no. 2 (2020): 56–71. Accessed May 10, 2022. https://e-journal.sttiman.ac.id/index.php/efata/article/view/33.
Prasanti, Ditha, and Retasari Dewi. “Analisis Teori Firo Dalam Relasi Persahabatan Sebagai Kajian Komunikasi Antar Pribadi.†Jurnal Komunikasi 9, no. 2 (September 25, 2018): 186–189. Accessed May 9, 2022. https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/jkom/article/view/4289.
Rachayu, Kantirina. “Efektivitas Otonomi Daerah Dalam Membangun Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pada Masyarakat Pedesaan.†Sosiohumaniora 21, no. 1 (April 1, 2019): 17. http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/11974.
Ruku, Welfrid Fini. “Fenomena Kutuk Dan Berkat Di Rumah Naomi.Hermeneutik Etnofenomenologi Atoin Meto Di Timor Atas Kitab Rut 1:1-6.†Universitas Kristen Duta Wacana, 2017.
Sakan, Efrayim. “NAKETI: Tinjauan Kritis Terhadap Relasi Yang Tercipta Dalam Praktek Naketi Atoni Pah Meto Di GMIT Maranatha Soe.†Universitas Kristen Duta Wacana, 2015. https://katalog.ukdw.ac.id/2753/1/50120319_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf.
Subagyo, Andreas B. Pengantar Riset Kuantitatif Dan Kualitatif. Bandung: Rosda Karya, 2016.
Suhadi, Jemmy. “Formulasi Pastoral Holistik m Elalui Pendampingan Pastoral: Sebuah Rujukan Pelayanan Pastoral Yang Menjawab Kompleksitas Hidup.†Jurnal Teruna Bhakti 4, no. 1 (2021): 131–139. https://e-journal.stakterunabhakti.ac.id/index.php/teruna/article/view/121/61.
Tamelab, Karolina Apriance, Wahyuni Kristinawati, and Jacob Daan Engel. “Studi Psikologis: Naketi Sebagai Sarana Pemaafan Suku Dawan.†Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 9, no. 2 (September 26, 2020): 299. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JISH/article/view/22345.
Woolley, Michael E., and Geoffrey L. Greif. “Measuring Adult Sibling Communication Comfort about Sensitive Issues.†Journal of Family Social Work 23, no. 4 (August 7, 2020): 392–407. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/10522158.2020.1801550.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal also agree to the following terms:
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) as this can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






