Analisis Teologis Korban Penthabisan Dalam Kitab 2 Tawarikh 7:4-10 Dan Relevansinya dengan kebudayaan Ma’Tallu Rara Di Kecamatan Bittuang Tana Toraja
DOI:
https://doi.org/10.46445/jtki.v3i2.552Keywords:
Korban, Penthabisan, Ma’Tallu Rara, budaya, rasa syukur,Abstract
Abstrak: Penulisan ini memperlihatkan suatu upaya untuk “ Menganalisis makna Teologis korban Pethabisan Dalam Kitab 2 Tawarikh 7:4-10 Dan Relevansinnya Dengan Kebudayaan Ma’ tallu Rara Di Kecamatan Bittuang Tana Toraja yang dinilai sebagai suatu seremoni belaka tanpa mengedepankan makna Teologis yang terkadung didalamnya. Dalam upaya menganalisis makna Teologis korban Penthabisan dalam Kitab 2 Tawarikh 7:4-10 dan Relevansinya dengan Kebudayaan Ma’Tallu Rara Dikecamatan Bittuang Tana Toraja†Maka penulis menggunakan jenis metode penelitian kualitatif yang data-datanya diperoleh melalui studi Pustaka, observasi serta wawancara. Setelah berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan penelitian dan menganalisis hasil penelitian, akhirnya penulis dapat sampai pada suatu kesimpulan bahwa penthabisan yang dilakukan salomo dalam 2 Tawarikh 7:4-10 dalam mempersembahkan korban sembelihan untuk methabiskan rumah Allah hampir sama halnya dengan kebudayaan Ma’Tallu rara yang dilakukan oleh masyarakat bittuang dalam mempersembahan korban Baik dalam acara Rambu solo (kedukaan) Rambu tuka (syukuran) . Yang mana Ma’ Tallu rara merupakan penuntun, penunju, mecium semua yang terjadi sebagai penjamin dan penjaga keamanan penghuni rumah juga sebagai bentuk pengakuan dosa, dan sebagai ungkapan rasa syukur serta permohonan berkat.
Â
Abstract: This paper contains the purpose of research in an effort to "Analyze the theological meaning of the Pethabisan victim in the Book of 2 Chronicles 7:4-10 and its relevance to the Ma'talu Rara Culture in Bittuang Tana Toraja District which is considered a mere ceremony without prioritizing meaning. Theology contained in it. In an effort to analyze the theological eating of the Penthabisan victims in 2 Chronicles 7:4-10 and its relevance to the Ma'Tallu Rara Culture in the Bittuang Tana Toraja district, the author uses qualitative research methods whose data are obtained through library studies, observations and interviews. After trying as much as possible in conducting research and analyzing the results of the research, finally the author can come to a conclusion that the penthabisan done by Solomon in 2 Chronicles 7:4-10 in offering sacrifices to finish the house of Allah is almost the same as the culture of Ma'Tallu rara which carried out by the Bittuang community in offering victims Both in the Rambu solo (mourning) event Rambu tuka (thanksgiving). Where Ma 'Tallu rara is a guide, a guide, kissing everything that happens as a guarantor and security guard for the residents of the house as well as a form of confession of sins, and as an expression of gratitude and a request for blessings.
References
Dyrnes, William. Tema-Tema Dalam Pejanjian Lama. Malang: Gandum Mas, 1992.
Geerts, Clifford. Kebudayaan Dan Agama. Yogyakarta: Kanisius, 1992.
Kasih, yayasan komunikasi bina. Ensiklopedia Alkitab Masa Kini Jilid1. Jakarta: Yayasan komunikasi bina kasih, 1997.
Kasih, Yayasan Komunikasi Bina. Ensiklopedia Alkitab Masa Kini Jilid 1. Jakarta: Yayasan komunikasi bina kasih, 2016.
Kobong, Theodorus. Aluk,Adat,Dalam Perjumpaan Dengan Injil. Rantepao: Pusbang Badan Pekerja Sinode, 1992.
Kuiper, G.E.Wrigh dan De. Perjanjian Lama Terhadap Sekitarnya. Bandung: Pinda Grafika, 1967.
Ratna, Nyoman Kutha. Sastra Dan Cultura 1 Studies. Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2005.
Singgah, Emanuel Gerrith. Korban Dan Perdamaian. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2017.
Sj, Adolf Heuken. Ensiklopedia Gereja III. jakarta: Yayasan Cipta Lokal, 1993.
Tong, Stepan. Dosa Dan Kebudayaan. Surabaya: Momentum, 2015.
Toraja, Badan Pekerja Majelis Sinode Gereja. Tata Gereja Toraja. Rantepao: PT Sulo, 2008.
———. Tata Gereja Toraja. Rantepao: PT. Sulo, 2008.
Tulak, Daniel. Kada Disedan Saring Bidara Ditole’tambone Baka. Rantepao: sulo, 1991.
W.R.F.Browing. Kamus Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2017.
Kamus Besar Bahasa Indonesia Elektrenik Versi 3.0.0, n.d.
Theodorus Kobong, Ibid, n.d.
Wawancara dengan Daniel Tandiangin papalangi 6 Maret 2022
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal also agree to the following terms:
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) as this can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






