Teologi Misi Bagi Gerakan Misi dan Komunikasi Kristen Pasca Pandemi Covid-19

Jamin Tanhidy

Abstract


Hakekat teologi misi berupa Missio Dei, Missio Christos, dan Missio Ecclesiae  adalah misi Allah (God’s Mission) berupa aktifitas Allah Tritunggal (The Truine God) menebus dunia ciptaan-Nya dari kebinasaan akibat dosa. Kerangka pemikiran teologis ini menjadi dasar pemikiran yang melandasi gerakan misi dan komunikasi Kristen pasca pandemi Covid-19 atau Era New Normal. Olehnya, gereja diajak untuk memikirkan ulang dan merekonstruksi strategi misinya dengan sikap non-eksklusif, toleran dan melayani secara holistik. Metode penelitian yang dipakai berupa studi perpustakaan dengan mengkaji teks-teks alkitab, jurnal penelitian dan buku-buku yang berkaitan dengan topik atau judul penelitian guna menjawab masalah penelitian. Hasil penelitian menemukan bahwa gereja perlu memberi perhatian yang lebih besar kepada isu-isu global kemanusian, mengalakkan dialog konstruktif dan terbuka dengan penganut agama lain dan meningkatkan intensitas pemanfaatan media sosial dan komunikasi virtual dalam menyampaikan dan menyebarluaskan berita Injil.

 


Keywords


Theology, Mission, Covid-19, Christian Communication

Full Text:

PDF

References


Arthur, E. (2013). Missio Dei and the Mission of the Church. Wycliffe Global Alliance. https://static1.squarespace.com/static/56dee43ee321400514f98522/t/575c31a8e32140042bb2b7bb/1465659816891/3+MISS+301+Mag+3.pdf

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. (2016). KBBI Daring Kemendikbud. Dalam Solider.

Bosch, D. J. (1991). Transforming mission: Paradigm shifts in theology of mission. Orbis Books.

Bua, P. R., Samiyono, D., & Tampake, T. C. (2019). Misi Gereja dalam Mewujudkan Keadilan Sosial: Sebuah Perspektif dari Sila Kelima Pancasila. Jurnal Kurios, 5, 109–214.

Dyrness, W. A. (1991). Let The Earth Rejoice! A Biblical Theology of Holistic Mission. Wipf & Stock Publishers.

Fajar, A. (2013). The Relationship; Kunci Relasi dalam InterpersonalContext (Pemetaan Tradisi Teori Komunikasi mengenai Komunikasi Interpersonal dalam Pandangan Stephen W. Littlejohn). Jurnal Komuniti, V, 24–30.

Flett, J. G. (2009). Missio Dei: A Trinitarian Envisioning of a Non-Trinitarian Theme. Missiology: An International Review, 37, 5–18. https://doi.org/10.1177/009182960903700102

Guinness, O. (2017). Renaisans. Literatur SAAT.

Hadinoto, N. K. A. (2012). Dialog dan Edukasi (12 ed.). BPK Gunung Mulia.

Mukhadis, A. (2013). SOSOK MANUSIA INDONESIA UNGGUL DAN BERKARAKTER DALAM BIDANG TEKNOLOGI SEBAGAI TUNTUTAN HIDUP DI ERA GLOBALISASI. Jurnal Pendidikan Karakter, 2, 115–136.

Rhodes, R. (2020). Justice and Guidance for the COVID-19 Pandemic. The American Journal of Bioethics, 20(7). https://doi.org/10.1080/15265161.2020.1777354

Ronda, D. (2019). PERAN KEPEMIMPINAN KRISTEN MEMBANGUNDIALOG ANTAR UMAT UMAT BERAGAMA. 2, 47–54. https://dx.doi.org/10.36972/jvow.v2i2

Shambare, C. B., & Kgatia, S. T. (2018). Church, mission and reconstruction: Being a church with integrity in reconstruction discourse in post-colonial Zimbabwe. HTS Teologiese Studies Journal, 74.

Siagian, F. (2016). REKONSTRUKSI MISI GEREJA DI ABAD 21. Jurnal Syntax Literate, 1, 1–13.

Silitonga, R. (2020). RESPON GEREJA ATAS PANDEMIK CORONAVIRUS DISEASE 2019 DAN IBADAH DI RUMAH. Jurnal Manna Rafflesia, 6, 86–111. https://doi.org/10.38091/man_raf.v6i2.125

Susanta, Y. K. (2018). “Menjadi Sesama Manusia” Persahabatan sebagai Tema Teologis dan Implikasinya Bagi Kehidupan Bergereja. Jurnal Dunamis, 2, 103–118.

Tampubolon, Y. H. (2020). Misi Gereja di Era Kapitalisme Global: Eksplorasi Pelayanan Misi Yesus. Jurnal Societas Dei, 7, 197–217. https://doi.org/10.33550/sd.v7i2.137

Tomatala, Y. (2020). Gereja Yang Visioner dan Misioner di Tengah Dunia yang Berubah. Jurnal Teologi Integritas, 2, 127–139.

Watie, E. D. S. (2011). Komunikasi dan Media Sosial. Jurnal The Mesengger, 3, 69–75.

Widjaja, F. I., Marisi, C. G., T. Mangiring Tua, T., & Hartono, H. (2020). MenstimulasiPraktikGereja Rumah di tengah Pandemi Covid-19. Jurnal Kurios, 6, 127–139.

Zaluchu, S. E. (2017). Penderitaan Kristus Sebagai Wujud Solidaritas Allah Kepada Manusia. Jurnal Dunamis, 2, 61–74.




DOI: https://doi.org/10.46445/jtki.v2i1.377

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.