The Secret Violence: Sebuah Analisa Kekerasan Terhadap Perempuan Di Balik Industri Hiburan

Felony Prista Oktamala, Asnath Niwa Natar

Abstract


In this paper, the authors will conduct a critical analysis of the culture of secret violence especifically against women in the K-pop media industry. Every year there are sad cases behind the success of large companies that have succeeded in bringing someone to the world stage. Some of the sad cases lead to the death of the idol by suicide. This issue ist important and has taken a lot of public attention. In the perspective of young people, Idols are those who have an ideal body, handsome, beautiful voice, fashionable, have famous band, popular, charming stage performances, have interesting photos and videos that express their feelings and euphoria, and is in caring of a large agency. But in the reality, there were some  of idols that have ended their life (suicide). One of the strong reasons is because they are depressed. Furthermore, the authors will analyse the problem from theological perspective, where women are also created by God in His image, who are intelligent and equal to men. So they can’t be made objects of violence.

 

Abstrak

Dalam paper ini penulis akan melakukan analisa kritis terhadap suatu budaya kekerasan terselubung khususnya terhadap perempuan dalam industri media K-pop. Setiap tahun selalu ada kasus yang memprihatinkan di balik kesuksesan perusahaan-perusahaan besar yang berhasil membesarkan nama seseorang sampai pada kancah dunia. Kasus-kasus yang memprihatinkan tersebut mayoritas berujung pada kematian seorang idola karena bunuh diri. Persoalan ini menjadi penting dan menyita banyak perhatian publik. Tentunya, yang disebut idola oleh anak-anak muda itu adalah mereka yang memiliki tubuh yang ideal, rupawan, suara yang indah, fashionable, grup band yang terkenal, lagu-lagu yang hits, penampilan panggung yang mempesona, foto-foto dan video yang menggugah perasaan dan euforia, serta berada dalam naungan agensi yang besar. Namun tidak disangka-sangka, para idola tersebut tidak sedikit yang memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Salah satu alasan yang kuat adalah karena mereka mengalami depresi. Lebih jauh, penulis akan menganalisa persoalan tersebut dari perspektif teologis, di mana sejatinya perempuan juga diciptakan Allah segambar dan serupa dengan Dia, berakal budi, setara dengan laki-laki, dan tidak layak untuk menjadi obyek kekerasan.


Keywords


Women; violence; industry; media; suicide

Full Text:

PDF

References


Astuti. “Imperialisme Budaya Industri Dunia Hiburan Korea Di Jakarta : Studi Terhadap Remaja-Remaja Jakarta Yang Menggemari Musik Pop Korea.” 22. Jakarta: FISIP Universitas Indonesia, 2012.

Barth, Christoph, and Marie Claire Barth-Frommel. “Teologi Perjanjian Lama 1.” 34. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2016.

CNN Indonesia. “Belajar Dari Sulli, Kita Perlu Cegah Keinginan Bunuh Diri.” Jakarta: CNN Indonesia, 2019. https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191015121934-225-439604/belajar-dari-sulli-kita-perlu-cegah-keinginan-bunuh-diri.

Damara, Dionisio. “Sisi Gelap Di Balik Gemerlap Industri K-Pop.” https://www.Google.com/amp/s/m.bisnis.com/amp/read/20191129/226/1175756/sisi-gelap-di-balik-gemerlap-industri-k-pop.

Debora, Tience, and Avin Fadilla. “Ketidakberdayaan Dan Perilaku Bunuh Diri : Meta-Analisis.” In Buletin Psikologi, Jurnal UGM, 123. No.2. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada, 2016.

Fajriati, Nuri. “Bayangan Gelap Di Balik Gemerlap Panggung Hiburan Korea.” Femina.Com. Last modified 2019. https://www.femina.co.id/Trending-Topic/bayangan-gelap-di-balik-gemerlap-panggung-hiburan-korea.

Gamble, Sarah. “Pengantar Memahami Feminisme Dan Postfeminisme.” 149. Yogyakarta: Jalasutra, 2010.

Hadriami, Emanuela. “Keputusasaan Dan Bunuh Diri.” In Jurnal Psikodimensia, 207. No.2, 2006.

Ivonne, Margie. “Kontrol Terhadap Tubuh Perempuan Sebagai Bagian Dari Kekerasan Dalam 1 Korintus 11:2-16.” In Don’t Send Me A Flower Again, edited by Asnath Niwa Natar, 143. Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen Indonesia, 2013.

Lilijawa, Isidorus. “Menyiasati Budaya Cyber Dalam Perempuan, Media Dan Politik.” 174. Maumere: LEDALERO, 2010.

———. “Seksualitas Dalam Konstruksi Media Dalam Perempuan, Media Dan Politik.” 106. Maumere: LEDALERO, 2010.

Mangililo, Ira. “Imago Dei : Sebuah Upaya Sebuah Upaya Membaca Alkitab Sebagai Perempuan Indonesia Dalam Konteks Perdagangan Orang Di Nusa Tenggara Timur.” In Indonesian Jurnal of Theology, 159. Desember. No.2, 2017.

Natar, Asnath Niwa. “Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Dan Anak : Prespektif Teologi.” In Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Dan Anak : Tinjauan Teologi Feminis. Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen Indonesia, 2017.

OMF. “Tafsiran Alkitab Masa Kini 3.” 585. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1990.

Piliang, Yasraf. “Hiper-Realitas Kebudayaan.” 44. Yogyakarta: Lembaga Kajian Islam dan Sosial, 1999.

Pratiwi, Jeli, and Anna Undarwati. “Suicide Ideation Pada Remaja Di Kota Semarang.” In Jurnal Unnes : Developmental and Clinical Psychology, 26, 2014.

S, Annastasia Melliana. “Menjelajah Tubuh Perempuan Dan Mitos Kecantikan.” 45. Yogyakarta: LkiS, 2006.

Simanjuntak, Wilda. “Dimanakah Tempat Yang Aman Bagi Kami? Dalam Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Dan Anak : Tinjauan Teologi Feminis.” edited by Asnath Niwa Natar, 164. Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen Indonesia, 2017.

Singgih, Emanuel Gerrit. “Dari Eden Ke Babel : Sebuah Tafsir Kejadian 1-11.” 66. Yogyakarta: Kanisius, 2011.

Sundari, Zulfa Ayu. “Sebelum Meninggal, Goo Hara Pernah Lakukan Percobaan Bunuh Diri.” Liputan6.com, 2019. https://m.liputan6.com/showbiz/read/4118422/sebelum-meninggal-goo-hara-pernah-lakukan-percobaan-bunuh-diri.

Suraji, Robertus. “Membangun Teologi Tubuh Dari Bawah Belajar Dari Pengalaman Olah Tubuh Tari Lengger.” In Jurnal Studi Agama-Agama Dan Lintas Budaya 2, 134, 2018.

Tim Redaksi Kumparan.com. “Hal Yang Perlu Diketahui Soal Kasus Jang Ja Yeon.” Kumparan.com, 2018. https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/kumparank-pop/hal-yang-perlu-diketahui-soal-kasus-jang-ja-yeon-1552906312596747164.

Tim Redaksi Tribunstyle.com. “8 Artis Korea Selatan Yang Meninggal Bunuh Diri, Nomor 7 Simpan Kisah Paling Memilikan.” edited by Amirul Muttaqin. Tribunstyle.com, 2018. https://style.tribunnews.com/amp/2018/06/08/8-artis-korea-selatan-yang-meninggal-bunuh-diri-nomor-7-simpan-kisah-paling-memilikan?page=all.

Tionadrus, Melvina. “Fakta Kematian Goo Hara, Eks Member KARA.” edited by Kistyarini. Jakarta: KOMPAS.com, 2019. https://www.kompas.com/hype/read/2019/11/25/102040966/fakta-kematian-goo-hara-eks-member-kara?page=2.

Wareza, Monica. “Sulli f(x) Bunuh Diri, Netizen Julid & Kejamnya Industri K-Pop.” Jakarta: CNBC Indonesia, 2019. https://www.cnbcindonesia.com/news/20191019172434-4-108342/sulli-f-x--bunuh-diri-netizen-julid-kejamnya-industri-kpop.




DOI: https://doi.org/10.46445/jtki.v1i2.324

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.