Makna Simbol Salib pada Kain Tenun Sekomandi: Suatu Studi Etnografi

Authors

DOI:

https://doi.org/10.46445/jtki.v6i2.1070

Keywords:

cross, ethnography, symbol, Sekomandi

Abstract

The cross is the main symbol often used by Christians and is widely known by non-Christian communities. The cross is usually interpreted as a symbol of the sacrifice of the Lord Jesus to redeem humans from sins. Uniquely, this symbol appears in the traditional cloth of the Kalumpang tribe. This research aims to explore the meaning of these symbols on the Sekomandi woven cloth typical of the Kalumpang people. The method used is a qualitative method with an ethnographic approach. Researchers observed the location, conducted in-depth interviews with several traditional and religious leaders there. The findings obtained are that the meaning of the cross for the people of Kalumpang symbolizes group identity and appreciation for the servants of God who have served in their village. The values ​​raised are sacrifice, appreciation and hope for the prosperity of the village in the future. So, the cross is interpreted more sociologically, historically and economically than Christologically.

References

BPS Kabupaten Mamuju. (2019). Jumlah Penduduk (Jiwa), 2017-2019. Badan Pusat Statistik Kabupaten Mamuju.

Daniel. (2017). Tenun Sekomandi Menjadi Asa Bangkitkan Pariwisata Mamuju -. ANTARA News Makassar.

Desiani, I. F. (2022). Simbol dalam Kain Ulos pada Suku Batak Toba. Jurnal Ilmu Budaya, 18(2), 127–137.

Elisabeth, S. (2022). Mengenal Sekomandi, Tenun Tertua di Dunia. Sinarharapan.Net.

Fitria, R., & Fadli, R. (2017). Makna Simbol Tradisi Burak dalam Komunikasi Ritual Suku Bugis di Kota Bengkulu. Al Hikmah, 11(1), 103–118.

Hendro, E. P. (2020). Simbol : Arti , Fungsi , dan Implikasi Metodologisnya. 3(2), 158–165.

Jiwels, C. E. (2023). Kajian Teologi-Kultural terhadap Nilai-Nilai dalam Ritual Mebingka’i dan Implikasinya bagi Pelayanan Gereja Kristen Sulawsi Tengah di Jemaat Baithania Dodolo Klasis Rampi. IAKN Toraja.

Kartika, Y. Y., Sumardi, L., Sawaludin, & Yuliatin. (2023). Eksplorasi Potensi Kearifan lokal Sasak Desa Bayan sebagai Sumber Belajar PPKN SMA Kelas X. Pendas:Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 08(3), 4995–5008. https://eprints.unram.ac.id/43919/2/Template-Jurnal-Pendas-Jadi KARTIKA ._1.pdf

Kassa, N. N. (2024). Kiat Lindayati Populerkan Sekomandi ke Mancanegara, Tenun Tradisional dari Campuran Rempah. BisnisIndonesia.Id.

Koeswinarno. (2015). Memahami Etnografi Ala Spradley. SMART, 1(2), 257–265.

Lilo, D. D., & Sapitri, Y. (2023). Theological interpretation of the Ma’parappo tradition in Christian marriage in the Tanalotong tribe, West Sulawesi. HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 79(1).

Mahmud, M. I., Hakim, B., Fakhri, Sardi M., R., Suryatman, & Saiful, A. M. (2019). Kebudayaan Kalumpang Sulawesi Barat (3800 BP-400 AD). Balai Arkeologi Sulawesi Selatan.

Paewa, Y. I. T. (2016). Tenun Ikat Sekomandi. Blog.

Pattingalloang. (2016). Agama Kristen di Dusun Tamalea, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju. Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Kesejarahan, 3(4), 1–12.

Roszi, J. P. (2018). Akulturasi Nilai-Nilai Budaya Lokal dan Keagamaan dan. Fokus: Jurnal Kajian Keislaman Dan Kemasyarakatan, 3(2), 171–198.

Sektiadi, A. (2023). Tinggalan Arkeologi Kalumpang untuk Edukasi dan Peluang Pengembangan Seni Kriya. Bakti Budaya, 6(1), 69–82.

Shalehah, K. R. (2024). Analisis Simbolisme Ritual dan Pengalaman Keagamaan dalam Kerangka “Sacred Canopy” di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Kayu Putih, Jakarta Timur. Dialektika, 17(2), 82–98.

Sukir. (2020). Mengenal Baju Bei Sekomanti Sayo dan Padaling Pada Acara Pernikahan Adat Tomakki. Timur Terkini.Com.

Sulissusiawan, A. (2015). Makna Simbolik Pantun dalam Tradisi Mulang-Mulangkan pada Masyarakat Melayu Sambas. Litera, 14(1), 134–147.

Tifani. (2023). Kain Tenun Sekomandi Sulawesi Barat yang Bernilai Fantastis. Regional Liputan6.Com.

Umar, M. Y. (2024). RRI.co.id - Kalumpang, Asal Muasal Peradaban Nusantara. RRI.Co.Id.

Widyanti, N. N. W. (2022). Mengenal Tenun Sekomandi Sulbar yang Berusia Lebih dari 400 Tahun. Kompas.Com.

Wijaya, H. (2018). Analisis Data Kualitatif Model Spradley. Academia.Edu, March, 0–9.

Windiani, & Farida, N. (2016). Menggunakan Metode Etnografi dalam Penelitian Sosial. Dimensi, 9(2), 87–92.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Hasibuan, S. Y., & Larosa, S. (2025). Makna Simbol Salib pada Kain Tenun Sekomandi: Suatu Studi Etnografi. Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia, 6(2), 132–146. https://doi.org/10.46445/jtki.v6i2.1070