Profesionalitas Yesus Dalam Mengajar Tentang Kasih

Diana Kristanti, Magdalena Magdalena, Remi Karmiati, Ayang Emiyati

Abstract


Love is a very important thing in human life, without love humans cannot live together. Love unites the lives of every human being, without the love of life in this world will be chaotic because there is no unity between one another. The purpose of this research is to describe the professionalism of Jesus in teaching about love. The method used is a qualitative method with a literature study approach that has been published. Love is useful in building the professionalism of Christian Religious Education Teachers in increasing the competitiveness of human resources.

 

Kasih merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, tanpa kasih manusia tidak bisa hidup bersama. Kasih mempersatukan kehidupan setiap manusia, tanpa kasih kehidupan di dunia ini akan kacau karena tidak ada persatuan antara satu dengan yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profesionalitas Yesus dalam mengajar tentang kasih. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang sudah terpublikasi. Kasih berguna membangun profesionalitas Guru Pendidikan Agama Kristen dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia.

Keywords


love; unite; humans

Full Text:

PDF

References


Darmaputera, E. (2014). Hidup Yang Bermakna. Jakarta: Gunung Mulia.

Darmawan, I. P. A. (2015). Dasar-dasar Mengajar Sekolah Minggu. Ungaran: Sekolah Tinggi Teologi Simpson.

Djadi, J., & Thomassoyan, Y. C. (2011). Kepemimpinan Yesus Kristus Menurut Injil Sinoptik Dan Relevansinya Terhadap Kepemimpinan Rohani Masa Kini. Jurnal Jaffray, 9(1), 60–85. https://doi.org/10.25278/jj71.v9i1.91

Douglas, J. D. (1993). Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid I. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih.

Gea, I. (2018). Beritakan Injil Kepada Segala Makhluk. BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 1(1), 56–69. https://doi.org/10.34307/b.v1i1.19

Gunawan, A. (2019). Kasih Fondasi Keluarga yang Sehat. Jurnal Theologia Aletheia, 21(17), 59–80.

Hannas, H., & Rinawaty, R. (2019). Menerapkan Model Penginjilan pada Masa Kini. KURIOS (Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen), 5(2), 175–189. https://doi.org/10.30995/kur.v5i2.118

Harmadi, M., & Diana, R. (2020). Tinjauan Psiko-Teologi Terhadap Fenomena Kekerasan Dalam Pacaran Pada Remaja. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 4(1), 92–102.

Harming, H. (2017). Metode Penginjilan Yesus Dalam Injil Yohanes 4:1-42. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 1(2), 162–169. https://doi.org/10.46445/ejti.v1i2.73

Katarina, K., & Darmawan, I. P. A. (2019). Implikasi Alkitab dalam Formasi Rohani pada Era Reformasi Gereja. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 3(2), 81–93. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v3i2.85

Kristiani, D. (2018). Implementasi Model Teaching Learning Tuhan Yesus Menurut Injil Matius Terhadap Guru-Guru Pendidikan Agama Kristen Di Kota Surakarta. Regula Fidei, 3(1), 438–458. https://doi.org/10.33541/regula fidei.v3i1.974

Mary, E., & Darmawan, I. P. A. (2018). Guru Agama Kristen Yang Profesional. Salatiga: Satya Wacana University Press.

Media, K. C. (n.d.). 3 Pembunuh Penata Busana Ditangkap Saat Hendak Jual Mobil Korban. Retrieved 18 May 2020, from KOMPAS.com website: https://regional.kompas.com/read/2020/05/18/09163631/3-pembunuh-penata-busana-ditangkap-saat-hendak-jual-mobil-korban

Metode Mengajar Yesus. (2004). Retrieved 9 June 2020, from PEPAK (Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen) website: https://pepak.sabda.org/25/nov/2004/anak_metode_mengajar_yesus

Nee, W. (2000). Pekerja Kristus. Bandung: Yayasan Kalam Hidup.

Post, W. M. (1974). Tafsiran Injil Markus. Bandung: Kalam Hidup.

Pranoto, D. S. (2017). Tinjauan Teologis Konsep Bangsa Israel Tentang Kematian. Manna Rafflesia, 4(1), 1–15. https://doi.org/10.38091/man_raf.v4i1.77

Suardana, I. M. (2015). Identitas Kristen dalam Realitas Hidup Berbelaskasihan: Memaknai Kisah Orang Samaria yang Murah Hati. Jurnal Jaffray, 13(1), 121–138. https://doi.org/10.25278/jj71.v13i1.115

Sukendar, Y. (2019). Perjalanan Iman Wanita Samaria (Yoh 4: 1-42). SAPA - Jurnal Kateketik Dan Pastoral, 4(1), 14–24.

Sutoyo, D. (2014). Yesus Sebagai Guru Agung. Jurnal Antusias, 3(5), 64–85.

Tafona’o, T. (2019). Kepribadian Guru Kristen Dalam Perspektif 1 Timotius 4:11-16. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 3(1), 62–81.

Tatilu, F. O. (2017). Hukum Kasih: Landasan Bersama Agama-agama. Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat, 4(2), 219. https://doi.org/10.33550/sd.v4i2.73

W. Wiersbe, W. (2002). Berbelas-Kasihan Di Dalam Kristus. Bandung: Kalam Hidup.

Wenno, V. K. (2017). Inisiatif Untuk Mengasihi. KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi, 3(2), 114–128.




DOI: https://doi.org/10.46445/djce.v1i1.286

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Diana Kristanti, Magdalena Magdalena, Remi Karmiati, Ayang Emiyati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING

Didache: Journal of Christian Education has been registered on: