Pemanfataan Media Internet Sebagai Media Pemberitaan Injil

Adrianus Pasasa

Abstract


Panggilan pemberitaan Injil merupakan hal yang mendesak supaya
masalah terbesar manusia yaitu dosa dapat teratasi. Alkitab mulai
dengan menjelaskan keadaan manusia yang tragis, suatu keadaan
yang hanya dapat terjawab oleh Injil. Melalui Injil dosa manusia
dapat terselesaikan dan manusia dapat kembali berdamai dengan
Allah. Pemberitaan Injil harus dilakukan karena merupakan
keinginan Allah agar semua manusia berdosa dapat diselamatkan
dari hukuman kekal. Hanya melalui Injil manusia akan diselamatkan
dari hukuman kematian kekal dan dapat menjadikan manusia yang
berdosa menjadi ciptaan baru (2 Kor. 5:17). Kalau Injil tidak
disampaikan, maka sama dengan membiarkan mereka menuju
kesesatan dan kebinasaan (Mrk. 9:43-48; Why. 20:11-15). Tata
laksana pekabaran injil sangat erat terkait dengan perkembangan
media. Pekabaran Injil selalu memanfaatkan perkembangan dan
perubahan sistim komunikasi di dalam masyarakat yang terus
berkembang. Media dapat berperan dalam pemberitaan Injil.
Kemajuan teknologi informasi khususnya Internet memberikan suatu
peluang untuk memberitakan Injil kepada siapa saja, karena internet
tidak mengenal batas wilayah, agama, suku dan ras.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Simpson: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen