Makna Penebusan Dalam Upacara Tiwah Sebagai Pendekatan Kontekstualisasi Injil

Ruat Diana, Sabda Budiman, Maharin Maharin

Abstract


Budaya dalam agama Hindu Kaharingan, yaitu budaya Tiwah merupakan sebuah bentuk budaya yang dengan pelaksanaan upacara yang unik. Dalam proses pelaksaannya, upacara tiwah mengandung prosesi yang beragam dan penuh makna. Melalui makna upacara tiwah ini, penulis mengadopsikannya sebagai kontekstualisasi media untuk menyampaikan Injil. Penulis memahami pemahaman makna dan selanjutnya Kristus dalam upacara tiwah yang dilakukan oleh umat Hindu Kaharingan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan penelusuran pelaksanaan upacara Tiwah melalui wawancara dan literatur yang ada, penulis mengkaji makna dalam upacara Tiwah tersebut yang kemudian disaring dengan metode yang mengubah, dan membuah dan firman Tuhan sebagai tolak ukurnya. Yesus sebagai korban dalam upacara tiwah, Yesus sebagai jalan menuju “Lewu Tatau” , dan Yesus sebagai pengantara antara manusia dan “Ranying Hatalla”. Poin-poin tersebut menjadi hasil pembahasan dalam pendekatan kontekstualisasi Injil dalam upacara Tiwah.


Keywords


upacara tiwah, Hindu Kaharingan, makna, kontekstualisasi

Full Text:

PDF

References


Brill, J.Wesley. Tafsiran Surat Ibrani. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2004.

Budiman, R.L. Pelayanan Lintas Budaya Dan Kontekstualisasi. Jakarta: BPK Gunung Mulia, n.d.

Carson, D.A., R.T. France, J.A. Motyer, and G.J. Wenham. Tafsiran Alkitab Abad Ke-21: Matius-Wahyu. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 2017.

Etika, Tiwi. “Perjuangan Kritis Agama Kaharingan di Indonesia: Tantangan Berat dan Masa Depan Agama Asli Suku Dayak.” Jurnal Studi Kultural 6, no. 1 (January 2019): 1–12.

Helim, Abdul, and Tiara Syahriana. “Keikutsertaan Masyarakat Muslim Dalam Upacar Tiwah Agama Hindu Kaharingan Di Kota Palangkaraya.” Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Hukum 17, no. 2 (December 2019): 34–42.

Henry, Matthew. Tafsiran Matthew Henry: Yohanes 12-21. Surabaya: Momentum, 2007.

Hesselgrave, David J., and Edward Rommen. Kontekstualisasi: Makna, Metode Dan Model. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1996.

Kobong, Th. Iman Dan Kebudayaan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 24.

Mahin, Marko. “Kaharingan: Dinamika Agama Dayak Di Kalimantan Tengah.” Universitas Indonesia, 2009.

Mujiyono. “Upacara Tiwah Pada Masyarakat Hindu Kaharingan Di Palangka Raya (Perspektif Teologi Hindu).” Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar, 2006.

Nasruddin, dkk. Kearifan Lokal Di Tengah Modernisasi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, 2011.

Nugraha, Agung. Rindu Ladang: Perspektif Perubahan Masyarakat Desa Hutan. Tangerang: Wana Aksara, 2009.

Nurazizah, Nunung. “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pendidikan Keaksaraan Dasar Berbasis Kearifan Lokal Pada Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Dayak Meratus.” Jurnal Ilmiah Visi 13, no. 2 (December 2018): 123–134.

Nusan, Timotius. Tiwah Dan Perlengkapannya. Palangkaraya: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah, 1997.

Packer, J.I. Penginjilan Dan Kedaulatan Allah. Surabaya: Momentum, 2014.

Pernando, Ajith. Allah Tritunggal Dan Misi. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 2015.

Piper, John. Jadikan Semua Bangsa Bersukacita. Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 2001.

Ridderbos, Herman N. Injil Yohanes: Suatu Tafsiran Teologis. Surabaya: Momentum, n.d.

Riwut, Tjilik. Kalimantan Membangun Dan Kebudayaan. Yogyakarta: NR Publishing, 2007.

Sanawiah, and M. Raymon Abdalla. “Hukum Keikutsertaan Warga Dayak Ngaju Muslim Dalam Pelaksanaan Upacara Tiwah.” Jurnal Hadratul Madaniyah 5, no. 2 (December 2018): 1–12.

Saputri, Claudya Ika, Deni Tri Ardianto, and Erandaru. “Perancangan Film Dokumenter Tradisi Keagamaan Upacara Tiwah Suku Dayak Di Kalimantan Tengah.” Jurnal DKV Adiwarna 1, no. 8 (2016): 1–7.

Tomatala, Yakob. Teologi Misi. Jakarta: YT Leadership Foundation, 2003.

Wati. “Peranan Basir Duhung Handepang Telun Dalam Upacara Tiwah Menurut Ajaran Agama Hindu Kaharingan Di Desa Tarantang Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas.” Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Penyang, 2006.

Widjaja, Fransiskus Irwan, and Noh Ibrahim Boiliu. Misi Dan Pluralitas Keyakinan Di Indonesia. Yogyakarta: PMBR ANDI, 2019.

Widyana, I Komang. “Pendidikan Agama Hindu Berbasis Kearifan Lokal Kaharingan Melalui Mata Kuliah Tawur Di Sekolah Tinggi Agama Negeri Tampung Penyang Palangka Raya.” Dharmasakti 9, no. 2 (October 2018): 101–113.




DOI: https://doi.org/10.46445/jtki.v2i1.381

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.