Implikasi Ulangan 5:16 Dalam Pendidikan Keluarga

Eirene Mary

Abstract


God is the God who wants to reveal Himself to humans. God also revealed what He wanted humans to do in the 10 Commanments. The law provides for the things that humans must do in relation to God and with others. The first law in human relations is the law concerning parents and children. Children must respect their parents. In fact, there are many events that show the fading of the values of respecting parents. This paper tries to reexamine the fifth law regarding respect for parents by analyzing Deuteronomy 5:16.  The analysis is done by looking for the meaning of the word "honor" and synthesizing several interpretations of the meaning of honoring parents.From this analysis it was found that through parents, a child is born into the world. Parents are God's representatives. The relationship between parent and child is the highest relationship in human relations. God gives orders for children to respect their parents. Respecting parents can be done in the form of submitting to parents, obeying parents and caring for parents in their old age. This has implications in the process of family education where parents are responsible for educating their children, children must be taught about things that God has done and submit to authority.

 

 

Abstrak

Allah adalah Allah yang mau menyatakan diri-Nya kepada manusia.  Allah juga menyatakan apa yang dikehendaki-Nya untuk dilakukan oleh manusia dalam hukum Taurat.  Hukum Taurat memberikan hal-hal yang harus dilakukan oleh manusia dalam hubungannya dengan Allah dan dengan sesama.  Hukum pertama dalam hubungan dengan manusia adalah hukum tentang orang tua dan anak.  Anak harus menghormati orang tuanya. Kenyataan yang terjadi saat ini, banyak kejadian yang menunjukkan lunturnya nilai-nilai menghormati orang tua. Tulisan ini mencoba meneliti kembali hukum Taurat yang kelima mengenai menghormati orang tua dengan menganalisis Ulangan 5:16.  Analisis yang dilakukan adalah dengan mencari makna kata “hormat” dan mensintesakan beberapa penafsiran mengenai makna menghormati orang tua.  Dari analisis tersebut ditemukan bahwa melalui orang tua, seorang anak dilahirkan ke dalam dunia.  Orang tua adalah wakil Allah.  Hubungan orang tua dan anak adalah hubungan yang tertinggi dalam hubungan antar manusia.  Allah memberikan perintah agar anak menghormati orang tua.  Menghormati orang tua dapat dilakukan dalam bentuk tunduk kepada orang tua, taat kepada orang tua dan memelihara orang tua pada masa tuanya.  Hal ini berimplikasi dalam proses pendidikan keluarga dimana orang tua bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya, anak-anak harus diajarkan tentang hal-hal yang sudah dilakukan Allah dan tunduk pada otoritas.


Keywords


parents, education, family

Full Text:

PDF

References


Boehlke, R. R. (1991). Sejarah Perkembangan Pikiran Dan Praktek Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Darmawan, I. P. A. (2019). Pembelajaran Memorisasi Dalam Ulangan 6:6-9. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 3(1), 21–27. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v3i1.50

Ephesians 6 Commentary—John Calvin’s Commentaries on the Bible. (n.d.). Retrieved October 16, 2020, from StudyLight.org website: //www.studylight.org/commentaries/cal/ephesians-6.html

Erdman, C. R. (1983). The Gospel of Mark: An Exposition. Michigan: Baker Book House.

Exodus 20 Commentary—Ellicott’s Commentary for English Readers. (n.d.). Retrieved December 29, 2020, from https://www.studylight.org/commentaries/ebc/exodus-20.html#12

Exodus 20 Commentary—John Calvin’s Commentaries on the Bible. (n.d.). Retrieved October 20, 2020, from StudyLight.org website: //www.studylight.org/commentaries/cal/exodus-20.html

Giles, J. (1978). Biblical Ethics and Contemporary Issues: Christian Ethics. Philippines: PhilBEST Publishing.

Heath, W. S. (2005). Teologi Pendidikan Anak. Bandung: Kalam Hidup.

Hill, A. E., & Walton, J. H. (2001). Survey Perjanjian Lama. Malang: Gandum Mas.

Patty, F. N., Wenno, V. K., & Toisuta, F. A. (2020). Keluarga dan Pendidikan Karakter: Menggali Implikasi Nilai-nilai Hausetafel dalam Efesus 6:1-9. KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen), 6(2), 102–215. https://doi.org/10.30995/kur.v6i2.155

Sinaga, S. M. (n.d). Ajaran Kitab Ulangan tentang Berkat dan Kutuk. n.p.

Supriadi, M. N. (2020). Interpretasi Hukum Kelima Dalam Keluaran 20:12 Berdasarkan Pendekatan Sejarah Penebusan. BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 1(1), 65–83. https://doi.org/10.46558/bonafide.v1i1.9

The NIV Study Bible. (1995). Grand Rapids: Zondervan Publishing House.

Tong, S. (2011). Sepuluh Hukum—Hukum Kelima. Retrieved from https://www.buletinpillar.org/transkrip/sepuluh-hukum-hukum-kelima-bagian-1#hal-4

Tribun Medan. (2019). Anak Bunuh Ayah karena Tak Terima Dibangunkan untuk Salat Ashar, Ini Kronologinya. Tribun Medan. Retrieved from https://medan.tribunnews.com/2019/06/03/anak-bunuh-ayah-karena-tak-terima-dibangunkan-untuk-salat-ashar-ini-kronologinya

Wagiu, N. P. (2020). Implementasi Peran Orang Tua Menurut Ulangan 6:4-9 Dalam Pendidikan Agama Kristen Keluarga Di Gereja Masehi Injili Di Minahasa Jemaat Imanuel Aertembaga Bitung. Jurnal Shanan, 4(2), 128–161.

Wenas, M. L., & Darmawan, I. P. A. (2017). Signifikansi Pendidikan Anak Dalam Perspektif Alkitab. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 1(2), 118–128.

Zacharias, R. (n.d.). Makna menghormati orang tua. Retrieved December 20, 2020, from REC | Renungan Harian website: http://rec.or.id/renungan_291_Makna-menghormati-orang-tua




DOI: https://doi.org/10.46445/djce.v1i2.331

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Eirene Mary

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING

Didache: Journal of Christian Education has been registered on: